Jenuh.

Aku jenuh.

Aku jenuh harus terus memilih antara apa yang harus lakukan.

Dengan apa yang ingin kulakukan.

Aku jenuh harus terus mendahulukan apa yang seharusnya kulakukan.

Daripada apa yang sebenarnya ingin kulakukan.

Aku jenuh ketika aku memberikan segalanya.

Memberikan hati dan pikiranku.

Untuk hal-hal yang ‘ingin kulakukan’.

Tapi hasilnya tidak seberapa.

Aku jenuh ketika aku mengusahakan sekadarnya.

Hanya memberikan pikiran, tanpa hatiku.

Untuk hal-hal yang ‘harus kulakukan’.

Dan hasilnya membuat orang bertepuk tangan.

Apa ini?

Apa maksudnya semua ini?

Apa aku harus berhenti bermimpi?

Apa aku harus membuang mimpiku?

Atau apakah aku harus… mengusahakan mimpi itu sedikit lebih keras lagi?

Entahlah.

Mungkin karena aku sedang jenuh.

Benar-benar jenuh.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s