Guilty Pleasure Addiction (Yang Bikin Saya Bahagia Sekaligus Pengen Nangis Kejer)

Oke, apakah judul di atas sudah menjelaskan semuanya? *pertanyaan dodol*

Yah… kali ini minna-san kembali aku paksa untuk membaca sekelumit catatan galau yang kemungkinan akan berdampak besar pada kelangsungan hidup minna-san. Silakan klik tombol back sebelum semuanya terlambat… *lebay*

Jadi, ceritanya baru-baru ini diriku yang mengaku sebagai seorang otaku serta penggemar J-Pop dan J-Rock selama bertahun-tahun berhasil dijangkiti hallyu (Korean wave) dalam skala yang cukup signifikan. Dan para pelaku dari perfect crime ini adalah…

nu'est jamkkodae

…lima orang namja di atas. JR, Aron, Baekho, Minhyun, dan Ren. NU’EST, the urban electro band.

Oke, sedikit koreksi, sebenarnya namja blonde di posisi paling bawahlah yang harus bertanggung jawab karena telah membuat diriku menjadi seperti sekarang ini. Yup, dia adalah Choi Minki, dengan stage name Ren, namja tercantik yang pernah ada – yang sering membuat orang-orang (masih) suka sibuk mempertanyakan soal gender karena konsep androgini yang diembankan pihak agensi kepadanya.

Semua bermula ketika di suatu hari (ceritanya melebay nih, wkwk) aku harus begadang sampai lewat tengah malam karena ngerjain tugas Psikologi Dasar (yang udah dikasih dari berhari-hari sebelumnya tapi karena diriku penganut SKS, jadinya yah… gitu deh :p). Nah, karena bosen aku nyalain TV dan iseng-iseng nyari channel yang acaranya bagus – biasanya Animax jadi channel pertama yang aku liat, dan karena anime yang ditayangkan nggak membuatku tertarik, aku beralih ke channel lain. Akhirnya aku nyasar dan ‘menetap’ di One Channel yang lagi menayangkan Inkigayo.

Dan tanpa sengaja aku melihat NU’EST.

Aku langsung sibuk nyariin sosok Ren yang katanya adalah salah satu namja paling cantik menurut situs-situs yang pernah kubaca di internet. Sebenarnya sih aku udah pernah ngeliat profilnya, dan first impression-ku adalah ‘Wah, mirip Len’. Yah, rambut blonde kuncir satu dan wajah yang cantik layaknya seorang yeoja itu membuatku langsung men-judge demikian. Apalagi nama mereka hampir mirip. Ren dan Len. Iya ‘kan? *maksa*

Back to the story, akhirnya aku ngeliat Ren di antara member NU’EST yang (waktu itu) tidak kuketahui namanya satu persatu dan sama sekali tidak kupedulikan. Waktu itu juga feel-nya masih biasa-biasa terhadap boyband pertama besutan Pledis Entertaiment ini. Tapi setelah berkali-kali harus begadang karena tugas, dan berkali-kali pula ‘bertatap muka’ dengan NU’EST di Inkigayo atau Simply K-Pop, mulai timbullah perasaan lain, yang sulit untuk dijelaskan… *ecieeh*

I’m addicted to something again, hell yeah (lebih tepatnya ‘someone’ karena fokusnya ke Ren doang sih, hehe).

Sejak saat itu diriku mulai blingsetan untuk mencari segala sesuatu tentang NU’EST (terutama Ren, hihi), mulai dari lagu, foto-foto, hingga tentu saja – music video mereka, ditambah lagi dengan video-video waktu mereka lagi latihan dance, live performance, atau penampilan mereka di sejumlah variety show. Lambat laun aku pun mampu menghapal nama-nama serta mencocokkannya dengan wajah-wajah yang kulihat. Mulai mencoba memahami bahasa Korea yang sedari dulu membuat bingung dengan hurufnya yang berbentuk bulat-bulat. Mulai menggeser sejumlah lagu J-Pop yang selama ini setia nangkring di Nocchan no. 1 (nama yang kuberikan untuk handphone-ku yang suka nge-hang dan akhirnya kualihfungsikan hanya sebagai music player) dengan lagu-lagu NU’EST dan beberapa lagu K-Pop lainnya. Action, Beautiful Ghost, Beautiful Solo, Fine Girl, Hello, Not Over You, Sleep Talking, dan Face pun menjadi playlist sehari-hari.

Tapi kecanduanku terhadap NU’EST (khususnya Ren) menghasilkan suatu dampak yang bisa dikatakan… sedikit bersifat ‘destruktif’ bagiku. Entahlah. Aku nggak tau apakah semua K-Pop addict mengalaminya, atau hanya Mbak Vera dan aku yang ngerasain itu. Hehe 😀

Yah, diriku yang masih sulit untuk membagi waktu dengan baik di kancah peperangan (idiih, bahasanya) menjadi semakin keteteran. Banyak waktu terbuang percuma (sebenarnya tidak percuma juga sih, saya bahagia, saudara-saudara, bahagia!) karena aku lebih milih melototin layar TV atau laptop dan ngeliatin NU’EST sambil menggumam ‘kkodae, kkodae, kkodae, kkodae, jamkkodae~’ daripada bersusah-payah buat nyicil tugas. Lebih milih memutar lagu-lagu NU’EST daripada mendengar hasil rekaman wawancara organisatoris yang menjadi salah satu tugasku. Lebih milih mengorbankan waktu tidurku untuk nonton NU’EST di One Channel atau Arirang, daripada ngerjain paper atau laporan praktikum. Alhasil, janjiku untuk mengentaskan yang namanya SKS (sistem kebut semalam ya, bukan satuan kredit semester, hehe) dari kehidupan perkuliahanku sepertinya harus menjadi janji palsu. Istilah Jawanya, ngapusi. Cuma nipu!

Sebenarnya ada alasan lain kenapa SKS setia banget mendampingiku hingga sekarang. Tentu saja aku udah berupaya dalam tanda kutip untuk menghilangkan SKS dari hidupku, masalahnya kadang tugas-tugas yang diberikan datang sekaligus hingga aku harus memilah-milah mana yang duluan hendak kukerjakan, akhirnya ada tugas yang harus kuselesaikan belakangan ketika deadline-nya udah mepet.  Selebihnya, ya… masih karena alasan klise yang sama dari waktu ke waktu: malas. Hohoho.

Sekedar curhat nih, bisa rampung ngerjain tugas kala mepet deadline itu sensasinya emang bukan main. Adrenalinnya kerasa banget, seperti lagi naik jet coaster dan kita berhasil melewati satu posisi menukik terbalik(?), atau ketika kita berhasil melewati jalur kereta api di mana kereta apinya udah mau lewat dengan selisih waktu 0,00000001 detik. Menyenangkan, sekaligus membuat ngeri. Masalahnya, kalau udah ngerjain segala sesuatu di detik-detik terakhir aku ngerasa ada suatu magical power kayak yang dimiliki oleh para heroine di shoujo anime  yang hanya bisa keluar pas udah mendekati maut (baca: deadline). Yeah, the power of kepepet seems so real right now. Mungkin itu salah satu alasannya kenapa SKS belum meninggalkanku (atau aku yang belum bisa meninggalkannya?) hingga sekarang. Jadi, kecanduanku terhadap NU’EST bukan satu-satunya alasan kenapa tugas-tugas kuliahku terbengkalai (keliatan banget yang nulis nggak terima Ren disalahin, wkwk).

So, in the end, aku ingin mencoba mengevaluasi diri lagi. Memang nggak etis rasanya kalau nyalahin orang lain padahal aku sendiri yang nggak konsisten dalam mengkaji waktu yang kupergunakan. Seharusnya aku yang bisa membuat skala prioritas dan lebih mematuhinya, bukannya asyik ngeliatin NU’EST yang tentu memang menimbulkan kebahagiaan di awalnya, tapi selanjutnya akan membuatku stress parah bin pengen nangis kejer karena tugas-tugasku belum selesai sementara waktu pengumpulannya udah mepet banget. Bukan NU’EST yang salah, bukan. Aku yang salah. I thinks it’s enough for SKS. Kamu emang selalu menemaniku hingga saat ini tapi aku harus melepasmu pergi demi kebaikan kita berdua (ceileeh, lebay beud).

Minna-san, doakan aku bisa survive ya dari kecanduanku pada NU’EST dan hubunganku dengan SKS. Oke, sejujurnya aku nggak mau sembuh dari addiction-ku terhadap Ren oppa, hanya saja aku ingin bisa mengelola kecanduanku ini dengan baik, seperti aku bisa mengelola kecanduanku terhadap Teh Botol, Hunter x Hunter, kucing, cosplay, dll, dsb, dst. Aku nggak mau waktuku habis buat fangirling mulu dan jerit-jerit gimana gitu pas ngeliat NU’EST di TV, karena aku juga mau berbuat adil dengan memanfaatkan waktu yang ada untuk tugas-tugasku yang tetap setia menunggu untuk dijamah. Nyastra banget ya? Hehe.

Jya, mata ne’! Doakan calon istri Minki-ya ini bisa nge-post lagi di lain waktu ya! Annyong~

Choi Miyuki :p
(yang sudah mulai bisa menerima warna rambut baru Ren sembari menyicil tugas-tugas yang deadline-nya memenuhi empat hari di awal minggu depan, oke sebenarnya itu sama sekali nggak ada hubungannya, hihihi 😀)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s