여보세요!

Halo, minna-san. Calon istrinya Minki oppa di sini~ *ditabokin seluruh fans NU’EST*

rooohhhh

Yah, memasuki minggu ketujuh masa perkuliahan, situasi semakin membuat cenat-cenut saja. Frankly speaking sih sebenarnya aku udah ngerasain hal ini sejak minggu-minggu sebelumnya, bahkan dari minggu pertama kuliah. Bukan mau ngeluh, sok pamer, atau apalah, tapi udah menjadi nasibku untuk kuliah di kota yang hampir keseluruhan penduduknya berdarah Jawa asli, alhasil diriku yang anak perantauan ini hanya bisa bengong kayak orang bego begitu ngedengerin teman-temanku ngomong bahasa Jawa dengan begitu cas-cis-cus. Uh, earth speak, please?

Situasi kampus sendiri cukup menyenangkan dengan fasilitas serta pemberian tugas yang memadai. Sayangnya, badan dan jiwaku tidak bisa mengimbanginya dengan baik – jadinya yah, beberapa kali terserang flu ringan dan sekali kena demam. Kalau soal jiwa dan perasaan sih rasanya random abis. Galau berkepanjangan, saudara-saudara! Keteteran membagi waktu. Ternyata SKS (sistem kebut semalam ya, bukan satuan kredit semester) sama sekali nggak bisa diandalkan di perkuliahan. Celakanya aku udah menerapkan kebiasaan ini sejak SD dan udah keburu mendarah daging, jadinya ya gitu, kena stress ringan. Tapi gejala stress itu jadi menginspirasiku untuk menciptakan sebuah judul skripsi yang fenomenal: ‘Gejala Stress Ringan terhadap Mahasiswa dan Mahasiswi Semester Awal di Fakultas X Universitas Y’. Dijamin dosen yang membaca judulnya tidak perlu berpikir dua kali untuk langsung melempar skripsiku ke tong sampah.

Hubunganku dengan Illahi Rabbi juga sedang tidak begitu baik. Ibaratnya kayak pasutri yang udah 40 tahun nikah. Hambar. Tiap hari ketemu, tiap hari ngobrol, tapi nggak ada feel-nya. Sedikit merasa nelangsa karena selama ini diriku ‘curhat’ ke Dia kalau sedang galau, namun aku kemudian berpikir apakah pantas aku mengadu ke Dia hanya ketika aku sedang sedih, tapi kalau lagi senang suka melupakan-Nya (sering kali sih begitu)? So, this time, aku merasa aku tidak bisa membicarakan masalahku dengan-Nya – atau kalau bahasa gaulnya, imanku sedang futur. Gah, I really hate this feeling.

Dengan keluarga juga ada masalah yang bikin situasi makin nggak nyaman. Yah, bisa dibilang ada ‘sedikit’ pertengkaran antara aku dan otoosan. Ini sedikit menimbulkan keanehan bagiku karena biasanya yang kulihat di mana-mana yang sering berantem adalah seorang ayah dengan anak laki-lakinya, bukan anak perempuannya.  Pertengkaran karena a little bit misunderstanding ini bisa berbuntut panjang, nggak saling bicara dan lain sebagainya. Parahnya lagi, aku dan otoosan punya sifat yang hampir mirip – errr, gengsian. Jadinya kami berdua akan saling bertahan untuk tidak ngomongan sampai salah satu diantara kami akhirnya mengalah. It seems like it’s my father’s turn karena dulu pertengkaran pas aku SMP otoosan yang duluan ngajak ngomong dan pertengkaran tiga minggu yang lalu aku yang duluan ngajak ngomong, jadi kurasa bisa dikatakan kami impas. Pertengkaran ini akan membuat tugas okaasan sebagai translator antara aku dan otoosan semakin berat karena kami sama sekali putus bicara. I feel sorry for her but I can’t do anything to fix it ‘cause mostly I didn’t see anything wrong with my attitude, and keep wondering why he can be so angry to me. Begitulah.

Sebenarnya aku juga ingin curhat ke okaasan tapi karena aku mikir beban pikiran beliau udah banyak, aku nggak mau nambahin lagi. Setiap mau cerita aku selalu keingat sama kata-kata beliau, ‘kalau nggak bisa bantu ya jangan nambah nyusahin’. Yah, akhirnya aku pun mengurungkan niat berhubung aku juga jarang banget membantu beliau dalam urusan pekerjaan rumah, ditambah lagi statement tersebut terngiang tanpa henti di benakku.

Karena nggak tau mau dibicarakan sama siapa, ya akhirnya aku nulis di sini (since this is my blog, so I don’t do anything wrong, right?). Sebenarnya bukan nggak bisa dibicarakan sama siapa-siapa, tapi aku berprinsip untuk tidak menyusahkan orang lain lebih jauh lagi dan membuang waktu mereka dengan mendengarkan keluh-kesahku, mereka pasti juga udah sibuk mengurusi urusan mereka sendiri. Kalau kata Opick (sihiiy…), ‘teman sejati hanyalah amal’, tapi menurutku teman sejati kita hanyalah diri kita sendiri, karena pada akhirnya semua orang akan bertingkah egois, meninggalkan kita, dan hanya menyelamatkan dirinya. Survei membuktikan.

Dan pada akhirnya aku bingung mau melakukan apa selain perlahan-lahan menyicil tugas-tugas kuliah yang terus menumpuk. Yah, setidaknya aku mengerjakan sesuatu yang berguna dan mengurangi beban penderitaanku di kemudian hari. Oh ya, sekalian mau bilang maaf karena belum bisa update Rain, maaf belum bisa update  Joyful Days, maaf belum bisa nyelesain LPJ, maaf belum bisa ngedit fic, dan maaf telah mengganggu mata minna-san dengan postingan yang tidak bermutu ini. Sekali lagi, aku nulis beginian bukan karena kurang bersyukur atas nikmat-Nya, apalagi pamer, tapi hanya ingin menyalurkan cenat-cenut yang semakin menjadi di kepalaku dan menjadikan blog yang sudah lama terbengkalai ini sebagai katarsis.  Calon psikolog (aamiin! ah, akhirnya ketahuan juga major-ku apa :p) yang biasanya jadi penampung curhat juga sesekali butuh tempat untuk mencurahkan perasaan, bukankah begitu?

Akhir kata, terima kasih buat yang udah baca. Kalau punya saran atau kata-kata yang bisa jadi positive reinforcement, jangan ragu langsung komen aja ya. Calon istri Minki oppa *ditabok lagi sama seluruh fans NU’EST* mau cabut dulu. Jya, mata ne’~ :3

P.S: Soal gambar, itu kubikin waktu lagi dengerin seminar – spesial buat temanku yang ngantuk dan duduk di sebelahku. Rasa capek karena tugas belum kelar, kurang tidur, dan perasaan gado-gado ala mahasiswa tercurah di gambar itu :p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s