Membuat Hati Miris! :(

Sore tadi saya pergi arisan dengan keluarga ke rumah teman ortu. Karena nggak ada teman (nggak ada yang kenal kecuali teman-teman Mama dan Papa saya), saya duduk aja sambil main-main sama Puan. Di kiri-kanan saya ada ibu-ibu pakai jilbab. Jilbabnya rapi. Bajunya panjang dan tidak ketat. Parasnya lumayanlah (tapi tetap aja lebih cantik Kurapika :p). Gelangnya juga mantap… hahaha 😀

Tiba-tiba, entah dari mana datangnya, ada kucing lewat. Bulunya warna kuning kecoklatan dan jinak. Dielus-elus, difoto-foto, bahkan disiksa (?) juga mau… Kucing itu lewat di depan ibu-ibu yang duduk di sebelah kiri saya. Dan tau apa reaksinya?

Kucing itu disepak dengan kasar sama ibu itu (untung nggak pakai hak sepatu… kalau betulan, gw getok lu!). Saya sendiri kaget. Kok ada sih yang tega nyepak kucing sampai segitunya?

Oke, mungkin ada yang berpendapat kalau saya terlalu hiperbola. Tapi menurut saya, kelakuan ibu itu udah cukup kasar, bahkan kasar banget untuk seorang muslimah. Masa’ kucing disepak? ‘Wong kucingnya cuma numpang lewat, kok! Yang punya rumah aja nggak marah…

Oh kucing, malang benar nasibmu…

Sesudah makan siang, kini giliran ibu-ibu di sebelah kanan saya yang bikin ulah. Kebayang nggak sih, kalau ada seorang ibu-ibu dengan jilbab yang rapi MEROKOK di depan umum?

Waktu lagi sesi musyawarah plus ngobrol (maklumlah… arisan…), si ibu-ibu tadi tampak sedang mengubek-ubek isi tasnya. Saya kira mungkin dia mau nyari tisu, atau apalah… Eh, nggak taunya dia malah ngeluarin rokok panjang. Saya kaget, tapi saya mencoba berpikir positif dengan beranggapan bahwa rokok itu punya suaminya. Tetapi ketika dia mengambil pemantik api dan langsung menyelipkan sebilah rokok di antara jemarinya, saya langsung mengerutkan dahi. Wow, apaan nih? Nggak salah lihat ‘kan?

Kok bisa-bisanya sih ibu itu merokok di depan umum dengan PD-nya? Padahal lagi banyak orang, lho… Tapi dia sama sekali nggak merasa malu ataupun segan. Malah dia merokok sambil kipas-kipas. Urat malunya udah putus mungkin, ya.

Dan yang lebih hebatnya lagi, hanya satu-dua orang yang langsung bersikap ‘nggak suka’ ketika melihat ibu itu merokok. Yang lainnya bagai punya hati sekukuh baja sehingga sanggup untuk bersikap cuek seolah tak terjadi apa-apa. Saya hanya bisa memperhatikan kedua ibu-ibu di samping saya itu dengan hati miris… 😦

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s