Posted in journal

Jenuh.

Aku jenuh.

Aku jenuh harus terus memilih antara apa yang harus lakukan.

Dengan apa yang ingin kulakukan.

Aku jenuh harus terus mendahulukan apa yang seharusnya kulakukan.

Daripada apa yang sebenarnya ingin kulakukan.

Aku jenuh ketika aku memberikan segalanya.

Memberikan hati dan pikiranku.

Untuk hal-hal yang ‘ingin kulakukan’.

Tapi hasilnya tidak seberapa.

Aku jenuh ketika aku mengusahakan sekadarnya.

Hanya memberikan pikiran, tanpa hatiku.

Untuk hal-hal yang ‘harus kulakukan’.

Dan hasilnya membuat orang bertepuk tangan.

Apa ini?

Apa maksudnya semua ini?

Apa aku harus berhenti bermimpi?

Apa aku harus membuang mimpiku?

Atau apakah aku harus… mengusahakan mimpi itu sedikit lebih keras lagi?

Entahlah.

Mungkin karena aku sedang jenuh.

Benar-benar jenuh.

 

Posted in journal

#StorybookGirls Project

Just a project of weekly(?) motivation that I share on my Instagram account, kuroshiroalice. Because I love to draw, so I try to do this motivational thing through my art. Hope you guys get inspired and motivated!🙂

collage all

StorybookGirls project list:
#1 Ganbatte!
#2 Have a nice day!
#3 Keep smile!
#4 Give love!
#5 Don’t be sad!
#6 Study hard!
#7 Manage your time!
#8 Just be yourself!
#9 Dare to dream big!
#10 Do what makes you happy!
#11 Stay positive!
#12 Love your life!

Posted in writing project

Rain: Sebuah Katarsis (Atau Sepenggal Obsesi?)

rain rain rain
Rain~ Digambar di sela-sela jam perkuliahan, disudut buku catatan.

Siapapun yang membaca Rain dari chapter pertama, yang saya publish di FanFiction.net kurang lebih empat tahun yang lalu, pasti paham alasan saya menulis ‘another KuroPika fanfic’ yang satu ini. Fanfic ini tercipta dari kombinasi rasa kagum-envy-galau ala nano-nano yang saya rasakan terhadap seseorang, yang masih terjadi hingga detik saya menuliskan kata-kata ini. ‘And you walk so fast, leave me behind. Can’t even catch your shadow, only choked by your dust‘ adalah sajak ngaco yang sempat saya tuliskan untuk dia. Kesannya saya dan dia tuh kayak pungguk merindukan rembulan banget. Heuheu.

Ada alasan tersendiri kenapa saya memilih ‘Rain’ sebagai judul fanfic ini. Bukan, bukan karena suka sama hujan – tapi karena terinspirasi oleh salah satu judul lagu band visual-kei kegemaran saya, SID. Sedikit curcol nih, waktu kecil, sebenarnya saya benci banget sama yang namanya hujan. Rasanya sebal kalau melihat langit perlahan mendung dan tiba-tiba hujan datang, dibarengi dengan suara halilintar yang bombastis. Malah, saya mulai menyukai hujan dan memaknainya positif ketika saya mengerjakan fanfic ini. Jadi bisa dibilang bahwa menulis Rain adalah semacam terapi menulis ekspresif buat saya. Tuh ‘kan, akhirnya nyangkut juga psikologi-nya. *ngeles mode: on* 

Chapter 1 Rain, ‘Our Start’, saya publish ketika saya masih duduk di bangku SMA kelas 2, tepatnya tanggal 16 April 2012. Rain bukanlah fanfic KuroPika pertama saya – sebelumnya saya sudah menulis delapan fanfic dengan pair yang sama mulai dari tahun 2010 silam. Sejak saya pertama kali jadi author di FanFiction.net, pair KuroPika selalu jadi andalan saya. Pada saat itu saya masih semangat-semangatnya update, gencar-gencarnya menimba review dari teman-teman seperjuangan – sesuatu yang coretterpaksacoret diturunkan intensitasnya ketika saya menapaki bangku perkuliahan. Selain karena waktu luang yang seolah lenyap, teman-teman sesama penulis di FFn dari Generasi Pertama (2010-2012) dan Kedua (2012-2014) pun sudah banyak meninggalkan dunia persilatan – continuing their life, well, seriously. Diantara teman-teman yang lain, saya menjadi salah satu author FFn yang memilih untuk bertahan. Saya jadi mikir apakah memang saya yang gagal move on atau nggak punya kegiatan lain buat menghabiskan waktu. Yah, sisi positifnya saya masih bisa mengembangkan hobi menulis saya, sekaligus, ehem, curhat colongan.

Yosh, back to the topic.

Meskipun Rain bukan fanfic pertama saya, namun Rain selalu memperoleh tempat yang spesial pake telor di hati saya. Why? Karena bikin Rain itu berkesan banget. Para pembaca yang mungkin sudah baca fanfic-fanfic saya sejak awal merintis karir mungkin nggak akan menduga kalau saya akan nulis sesuatu sekelam Rain. Yah, pada umumnya saya emang dikenal sebagai author pengocok perut, yang suka nge-deliver jokes coretgaringcoret ala fanfic-fanfic komedi. Pas saya nulis fanfic kelewat romantis dan bikin diabetes aja mereka pada nggak nyangka. Ada juga pembaca yang mulai kenal saya ketika saya tengah merilis fanfic yang romantis, malah ngerasa aneh ketika saya bikin fanfic lawak, meskipun evaluasinya tetap positif sih. Ada juga yang suka baca tulisan-tulisan saya eh malah kaget pas tahu saya perempuan. Nah lho.

Rain menjadi salah satu katarsis saya, terutama semenjak saya kuliah dan banyak dihadapkan pada tugas-tugas kuliah yang kelewat teoritis dan nggak nyastra sama sekali. Rain itu tempat curhat saya, karena frankly speaking saya bukan tipe orang yang suka nulis buku harian. Bagi saya, Rain adalah karya yang teramat istimewa – karena sebenarnya saya tengah menerjemahkan kondisi psikologis yang tidak bisa saya sampaikan sebagai seorang ‘Maya Astriliana’ melalui karakter-karakter yang saya ceritakan. Rain itu adalah fanfic pertama saya yang memperoleh 100 review, sebuah cita-cita yang saya kira nggak akan mungkin tercapai meninjau sepinya fandom Hunter x Hunter di FFn beberapa tahun terakhir ini. Rain juga menjadi fanfic terlama yang saya pernah kerjakan. Jangan-jangan ntar pas saya diwisuda Rain belum kelar-kelar juga. Heuheu.

rain
Alhamdulillah :’) *brb joget Sambalado*

Lewat Rain, saya juga jadi bisa mengaplikasikan ilmu Psikologi yang saya peroleh lewat bangku kuliah ke dalam bentuk tulisan sastra, karena meskipun genre utama yang diusung adalah Adventure dan Fantasy, namun genre sampingannya adalah psychological thriller dan saya menciptakan banyak psikopat di sana. Eh, jangan salah, Rain juga mengandung muatan love story kok, yah meskipun agak… err, uncommon.

Waks, kenapa jadi promosi terselubung gini. Mari kita lakukan promosi secara terang-terangan saja. *disambit linggis*

Sebenarnya post ini bermula dari draft yang sudah dari entah kapan nangkring di WordPress, jadi saya juga sudah lupa tujuan awal saya nulis ini buat apa. Wkwk. Pardon, please enjoy this randomness.  Now, move to the promotion, shall we? :p

Rain table of contents
Chapter 
1: Our Start http://www.fanfiction.net/s/8027307/1/Rain
Chapter 2: Auction http://www.fanfiction.net/s/8027307/2/Rain
Chapter 3: The Witch http://www.fanfiction.net/s/8027307/3/Rain
Chapter 4: Spica http://www.fanfiction.net/s/8027307/4/Rain
Chapter 5: Little Thief http://www.fanfiction.net/s/8027307/5/Rain
Chapter 6: The Lost Earring http://www.fanfiction.net/s/8027307/6/Rain
Chapter 7: Deep Forest http://www.fanfiction.net/s/8027307/7/Rain
Chapter 8: Bloody Mary http://www.fanfiction.net/s/8027307/8/Rain
Chapter 9: Marionette http://www.fanfiction.net/s/8027307/9/Rain
Chapter 10: Catharsis http://www.fanfiction.net/s/8027307/10/Rain
Chapter 11: Doppelganger http://www.fanfiction.net/s/8027307/11/Rain
Chapter 12: Confession http://www.fanfiction.net/s/8027307/12/Rain
Chapter 13: Missing Wonderland http://www.fanfiction.net/s/8027307/13/Rain
Chapter 14: Untold Fairytale http://www.fanfiction.net/s/8027307/14/Rain
Chapter 15: Endless Madness http://www.fanfiction.net/s/8027307/15/Rain
Chapter 16: Wanderlust http://www.fanfiction.net/s/8027307/16/Rain

Harapan saya ke depan, semoga bisa sering update Rain seperti dulu lagi. Jujur saya sangat salut dengan para pembaca Rain yang cukup sabar saya PHP-in selama berbulan-bulan hanya untuk menunggu chapter selanjutnya. Tentu saja saya tidak bermaksud demikian, tapi menulis Rain membutuhkan banyak pertimbangan dan revisi ala tugas-tugas kuliah yang mempersulit proses produksi. Berbeda dengan fanfic-fanfic yang ditulis sebelumnya, idealisme saya meningkat drastis. Entah kenapa saya begitu terobsesi membuat kisah yang sempurna. Kalau ada typo satu huruf saja saya pasti langsung gregetan. Dibandingkan dengan fanfic perdana yang saya publish, saya merasa Rain juga sudah lebih mendewasa. Lebih matang. Dan, yang pasti lebih ‘berat’. Twisted.

Harapan saya yang lain, tentu saya lebih banyak mendapatkan masukan dari para pembaca. Istilah kekiniannya, review. *dijitak* Memperoleh review tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi setiap author. Evaluasi dari pembaca (terlebih evaluasi positif nan membangun daripada sekedar flame tanpa ujung-pangkal akan membuat sang author merasa karyanya worth-it enough untuk dibaca orang lain, dan memotivasinya untuk semakin bergiat menulis. Ketika saya nulis Rain, saya juga banyak mengalami ‘pergulatan batin’ karena sebelumnya nggak pernah nulis tema seberat ini. Tapi saya sok pede aja. Alhamdulillah, seiring dari banyaknya review dari para pembaca, saya jadi semakin pede. So, thank you, humble readers and reviewers!

Buat teman-teman yang menelusuri post ini dan tertarik untuk membaca Rain, well, I just can say happy reading. Hope this fanfiction match your taste.

Sampai jumpa di post selanjutnya yang entah kapan akan di-publish. Have a nice day!

Salam,

A.M